Showing posts with label Perbedaan. Show all posts
Showing posts with label Perbedaan. Show all posts

Perbedaan Antara Geng Motor, Club Motor Dan Motor Community

Share
 http://riowinto.files.wordpress.com/2010/11/geng-motor-tarix-jabrik.jpg

Tahun-tahun sekarang entah karena alasan latah atau cuma sekadar meramaikan, banyak club-club motor menjamur diberbagai daerah. Mulai dari club yang dibawah bendera pabrikan (masing-masing jenis kendaraan) hingga yang berdasarkan hobi atau sekedar perkumpulan. Bahkan tiap daerah pun sudah memiliki ratusan club atau community motor.

Walaupun begitu, masih banyak orang yang salah pengertian terhadap kehadiran club motor. Banyak masyarakat awam yang menyamakan club motor yang secara keseluruhan isinya orang-orang baik tetapi dicap sebagai geng motor yang anarkis.
Untuk itu, mari kita lihat perbedaan antara Geng Motor, Club Motor dan Motor Community.

GENG MOTOR

Sekarang geng-geng motor udah berada dalam taraf berbahaya, tak segan mereka tawuran dan tak merasa berdosa para geng tersebut membunuh. Perbedaan mencolok dari geng motor dan club motor adalah :
  1. Kebanyakan anggota geng motor tidak memakai perangkat safety seperti helm, sepatu dan jaket.
  2. Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau udah dari pabriknya seperti samurai, badik hingga bom Molotov.
  3. Biasanya hanya nongol malam hari dan tidak menggunakan lampu penerang serta berisik.
  4. Jauh dari kegiatan sosial, tidak pernah membuat acara-acara sosial seperti sunatan masal atau kawin masal, mereka lebih suka membuat acara membunuh masal.
  5. Anggota nya lebih banyak ke pada kaum lelaki yang sangar, tukang mabok, penjudi dan hobi membunuh, sekalipuntidak menutup kemungkinan ada kaum hawa yang ikut dan cewek yang ikut geng motor biasanya cuma dijadikan budak nafsu cowok masal.
  6. Motor yang mereka gunakan bodong, gak ada spion, sein, hingga lampu utama. Yang penting buat mereka adalah kencang dan mampu melibas orang yang lewat.
  7. Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
  8. Tidak terdaftar di kepolisian atau masyarakat setempat.
  9. Kalau nongkrong, lebih suka ditempat yang jauh dari kata terang. Lebih memilih tempat sepi, gelap dan bau busuk.
  10. Kalau pelantikan anak baru biasanya bermain fisik, disuruh berantem dan minum minuman keras ampe jackpot (muntah-muntah).

Jelas kan ciri-ciri mereka?

Namun sekarang perlu diwaspadai karena ada geng motor yang berkedok club motor. Berpakaian rapi, safety dan penuh perlengkapan berkendaraan namun arogan, anarkis dan egois kalau dijalan serta tak segan mereka membuat rusuh bila merasa diganggu.
Selama AD/ART mereka jelas dan terdaftar dipihak kepolisian, club motor gak bakal berubah menjadi geng motor.

CLUB MOTOR

Club motor biasanya beranggotakan oleh orang-orang yang mempunyai hobi motor. Biasanya berada dibawah bendera pabrikan motor dan mempunyai nama dengan embel-embel pabrikan. Kegiatan club motor lebih mendasar ke arah kampanye safety riding dan kegiatan social.

Ciri-ciri khas anak Club Motor adalah:

  1. Perlengkapan safety dalam berkendara benar-benar komplit.
  2. Motor dan pengendaranya sama-sama lengkap bahkan biasanya ditambah box dibelakang motor buat menaruh helm dan peralatan motor.
  3. Biasanya setiap club motor hanya terdiri dari satu merk dan satu tipe motor saja namun ada juga yang campur-campur.
  4. Nongkrong atau kopdar ditempat yang ramai agar bisa dilihat masyarakat sekaligus ajang silahturahmi kepada club motor lain yang kebetulan melintas.
  5. Pelantikan anggota baru biasanya tanpa kekerasan, hanya untuk having fun dan memberi pengetahuan seluk beluk berlalu lintas yang benar.
  6. Mempunyai visi dan misi yang jelas dan jauh dari ruang lingkup yang anarkis.
  7. Melakukan kegiatan touring ke daerah-daerah sembari membagikan sumbangan.
  8. AD/ART mereka jelas dan tercatat dalam kepolisian atau wadah dari perkumpulan club motor.
  9. Saling tolong menolong terhadap anggota club motor lain ketika dijalan mendapatkan trouble.
  10. Setiap club motor memiliki tujuan dalam berkendara dan peraturan-peraturan yang tidak membebankan anggotanya.
Mudah mencirikan club motor, karena salah satu ciri mereka yaitu tidak ugal-ugalan dijalan walaupun masih ada club-club motor yang masih memiliki sifat arogan serta pengetahuan berlalu lintas yang minim. Harga diri club motor lebih terhina bila kedapatan anggotanya tidak tertib dijalan raya dan tidak dianjurkan memecahkan masalah dengan baku hantam tetapi lebih fleksibel dan bermusyarah bila ada masalah di jalan atau dalam perkumpulan.

MOTOR COMMUNITY

Komunitas motor memang tidak jauh beda dengan club motor, sama-sama tidak melakukan kegiatan yang berbau rusuh dan tawuran. Namun dari segi peraturan dan safety riding, komunitas motor berbeda jelas dan hanya lebih mengandalkan kegiatan touring tanpa embel-embel dari pabrikan motor. Ciri-ciri nya sebagai berikut:
  1. Biasanya community terdiri dari berbagai tipe motor dan merk motor, bebas dan berbagai macam aliran ada.
  2. Berdiri dibawah bendera perkumpulan orang-orang komplek, pabrikan atau perusahaan dan instansi-instansi yang terkait.
  3. AD/ART mereka lebih simple tidak terlalu banyak.
  4. Sama seperti club motor, mereka juga suka melakukan kegiatan sosial.
  5. Bila melakukan touring ke suatu daerah, barisan yang mereka buat kurang cepat alias lambat.
  6. Lebih mengedepankan solidaritas, apapun motornya yang penting mau solid dan bekerja sama.
  7. Pelantikan anggota baru jauh dari kata anarkis dan hanya sekedar pengenalan community dan peraturan saja.
  8. Anggota-anggotanya hanya sekadar komunitas, biasanya terbentuk karena sering nongkrong bareng dan bedasarkan keinginan membangun sebuah wadah bila ingin melakukan touring.
  9. Nama dan lambang mereka ada yang tercatat di kepolisian tetapi ada pula yang tidak dan hanya sebatas kumpulan anak motor saja.
  10. Tidak berbeda jauh dengan club motor.
Angka pertumbuhan antara club motor dengan community tidak begitu jauh, masing-masing sama banyak. Kalau berada dijalan raya ada yang masih ugal-ugalan dan arogan tapi tidak jaranglah anak community yang lebih tertib dijalan raya dibanding anak club motor itu sendiri.
sumber


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


5 Perbedaan Pria dan Wanita dalam Cinta

Share
Sebuah situs untuk pria, AskMen.com melakukan survei untuk mengetahui "rahasia kecil" lebih dari 100.000 pria dan wanita di tahun 2010. Survei dilakukan untuk mengetahui faktor perbedaan antara sudut pandang pria dan wanita dalam hal cinta. Apa saja perbedaan tersebut ?

1. Faktor romantis
Wanita: Sebanyak 40 persen wanita mengatakan pacar atau suami mereka tidak romantis.

Pria: Sebaliknya 75 pria mengklaim dirinya cukup romantis

2. Ucapan "Aku cinta kamu"
Wanita : Lebih dari 43 persen wanita mengatakan "Aku cinta kamu" hanya sebagai balasan atas ucapan pasangannya, meskipun maksudnya bukan "cinta". Lalu sebanyak 12 persen wanita tidak mengatakan ungkapan tersebut, tetapi mereka mungkin akan mengungkapkannya untuk menjaga perasaan pasangannya.

Pria: Sebanyak 18 persen pria mengatakan "Aku cinta kamu" hanya agar wanita pasangannya mau diajak berhubungan seksual. Lalu sebanyak 20 persen, tidak pernah mengatakan bahwa yang dikatakannya adalah bohong.

3. Menangis kencang
Wanita : Sebanyak 75 persen wanita menangis setidaknya satu kali dalam satu bulan. Dengan 33 persen menangis setidaknya satu kali seminggu. Lalu 99 persen wanita percaya ketika pria menangis.

Pria : Hampir 5 persen pria tidak pernah menangis apapun alasannya. Sekitar 38 persen mengaku menangis sebagai respon sebuah tragedi, seperti kematian orang yang dicintai. Sementara 27 persen pria merasa tidak masalah untuk menangis karena emosi setiap saat. Lalu 29 persen pria mengatakan tidak masalah menangis selama tidak diketahui banyak orang.

4. Pernikahan
Wanita : Sebanyak 55 persen wanita mengatakan bahwa mereka tidak merasa sama sekali ditekan (oleh keluarga, masyarakat, teman, dll) untuk menikah. Tapi 36 persen wanita mengatakan mereka tidak akan membangun hubungan dengan seorang pria kecuali dia akan menjadi suami yang potensial.

Pria : Sekitar 33 persen pria tidak akan melanjutkan hubungan kecuali mereka merasa pasangannya akan menajdi istri yang potensial. Lebih dari 85 persen pria percaya pada institusi pernikahan.

5. Putus hubungan
Wanita: Sebanyak 27 persen wanita pernah diputuskan hubungan melalui bantuan teknologi seperti email, chatting atau sms. Lalu sebanya 16 persen wanita diputuskan hanya dengan ditinggalkan begitu saja dan tidak pernah berkomunikasi lagi.

Pria : Sebanyak 80 pria percaya bahwa memutuskan hubungan harus dilakukan dengan bertemu muka. Hanya 4 persen percaya tidak masalah jika putus melalui telepon atau teknologi lainnya seperti email, chatting atau sms.

sumber: vivanews.com



Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Artikel Seks

Resep Masakan

Sponsor

 

Merapi Media - Sumber Informasi, Inspirasi dan Imajinasi. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com