Showing posts with label Sadis. Show all posts
Showing posts with label Sadis. Show all posts

10 Wanita NAZI yang Menjadi Pembantai Paling Sadis

Share
Mereka adalah Relawan perempuan biasanya mendaftar karena melihat iklan di koran Jerman yang meminta perempuan untuk menunjukkan kasih mereka kepada Reich dan bergabung dengan SS-Gefolge. Mereka memegang gelar posisi yang mirip dengan peringkat SS laki-laki; dasarnya sama.
Peran yang spesifik, sesuai perintah Hitler. Perempuan lain yang didukung suami mereka yang menjabat komandan dan menteri kabinet dalam kebijakan anti-Semit mereka. Kejahatan mereka terutama karena perilaku sadis dan brutal yang mereka terapkan pada tawanan di kamp konsentrasi, kebanyakan mereka menikmati perbuatannya, dan dan tidak menyesalinya di kemudian hari..dan Berikut ini adalah 10 Perempuan dari Golongan NAZI yang paling kejam dan keji

1. Maria Mandel
Nick Name: The Beast
Pekerjaan: Dia seorang pejabat Nazi yang bekerja di Auschwitz-Birkenau dan kamp pemusnahan yaitu kamp konsentrasi Dachau . Dia berada pada jabatan tertinggi yang bisa dijabat seorang wanita di sebuah kamp konseentrasi.
Dia hanya bertanggung jawab pada komandan. Tugasnya adalah untuk mengontrol semua tahanan perempuan dan semua asisten wanita.
Kejahatan: Dia langsung bertanggung jawab untuk kematian sekitar 500.000 wanita

Banyak saksi mengingat berdiri di pintu gerbang Auschwitz-Birkenau mengawasi narapidana, dan menunggu beberapa dari narapidana yang berani untuk menatapnya.
Lalu dia sendiri yang memilih orang-orang yang berani menatapnya langsung untuk dieksekusi mati.
Untuk semua kejahatan yang telah dia telah lakukan, Mandel tertangkap, diadili dan digantung pada 24 Januari 1946.
dalam kasus Mala Zimetbaum : Ketika Mala Zimetbaum tertangkap saat melarikan diri dari kamp, ​​Mandel memerintahkan untuk membakar wanita malang itu hidup-hidup di krematorium.

2. Herta Oberheuser
Pekerjaan: Dokter di kamp konsentrasi Ravensbrück.
Kejahatan: Siapapun yang memungkinkan anak-anak mati dalam kematian yang lambat layak berada di atas daftar ini.

Oberheuser menyuntik anak sehat dengan minyak dan menyaksikan mereka mati dalam kematian yang lambat dan menyakitkan. Dia sering menghilangkan anggota tubuh dan organ-organ vital dari korbannya (dimutilasi). 74 korbannya adalah tahanan politik Polandia dan 86 adalah perempuan. Kalau itu tidak cukup, ia menggosok benda asing pada luka. Dokter sadis ini dan juga melakukan tamparan pada pergelangan tangan untuk membantu dalam percobaan medis.
Kehidupan setelah Perang Dunia II: Anehnya, ia mencoba untuk praktek kedokteran setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1951 karena perilaku yang baik. Syukurlah izin prakteknya segera dicabut.
dengan Asisten atau tanpa asisten , kebisuannya yang mengetahui rahasia pembunuhan mengerikan layak untuk dicatatkan di sini.


3. Irma Grese
Nickname: The Beautiful Beast OR Bitch of Belsen
Pekerjaan: Dia bekerja di Ravensbrück dan Auschwitz dan merupakan sipir di bagian wanita di kamp konsentrasi Bergen-Belsen .
Kejahatan: Dia memukuli banyak korban dengan cambuk sebelum menembak mereka. Selanjutnya ia melepaskan anjing yang tidak diberi makan di kamp yang penuh dengan tahanan di Bergen Belsen.
Menurut saksi, dia sadis dan mengambil kesenangan seksual dari membunuh orang dengan darah dingin.
Individual satu per satu, ia dan perempuan bersalah lainnya digantung pada 13 Desember 1945. Dia tidak punya penyesalan untuk kejahatan sampai napas terakhirnya .
Catatan : Ketika ditanya apakah dia membawa cambuk Irma Grese menjawab sebagai berikut: "Ya, terbuat dari plastik di pabrik tenun di kamp. Ini adalah sebuah cambuk sangat ringan, tetapi jika aku memukul seseorang dengan itu, itu akan menyakitkan. ” Setelah delapan hari Kommandant Kramer melarang cambuk, kami tetap melanjutkan menggunakannya,dan saya tidak pernah membawa pentungan karet. "

4. Ilse Koch
Nick Name: Pelacur dari Buchenwald
Pekerjaan: Menikah dengan Komandan Kamp Buchenwald, memberikan kelasnya. Dia sadis dan menikmati menonton orang lain kesakitan.
Kejahatan: Dia memerintahkan untuk membuat kap lampu terbuat dari kulit tahanan yang bertato.
Dia dipenjarakan pada tahun 1944 dan dibebaskan karena kurangnya bukti-bukti pada tahun 1947. Dia kembali ditahan pada tahun 1949 di mana ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia bunuh diri pada tahun 1967.

5. Juana Bormann:
Nick Name: Wiesel Nick
Pekerjaan: Attendant Perempuan dan penjaga penjara di beberapa kamp konsentrasi selama Perang Dunia II.
Kejahatan: Dia adalah seorang wanita jahat yang menikmati menonton tahanan dan korban tak berdaya mati dalam kematian yang lambat dan menyakitkan.

Datang dari keluarga berpendapatan rendah, ia bergabung dengan SS untuk mendapatkan uang lebih. Pada tahun 1939 ia mengawasi perempuan yang bekerja di kamp konsentrasi Ravensbrück. Dia juga bekerja di Auschwitz-Birkenau, Bergen-Belsen dan Hindenburg sebagai penjaga penjara.

Saksi menceritakan bagaimana dia melepaskan anjing-anjing penggembala Jermannya kepada orang yang tidak bersalah untuk dibunuh secara brutal, yang semuanya Yahudi.
Dia diadili dan digantung pada 13 Desember 1945 bersama dengan perempuan terkenal Grese rekan kerja Irma.

6. Ruth Closius-Neudeck
Pekerjaan: Dia mulai bekerja sebagai penjaga kamp di Ravensbrück.
Karena Kebrutalan dan keganasan dia dipromosikan ke pangkat Penilik di Barrack. Pada tahun 1944 dia pindah ke kompleks pemusnahan Uckermark di Ravensbrück, lagi2 karena bakatnya untuk kebrutalan.
Kejahatan: Dia adalah wanita terburuk dari Nazi untuk saat ini. Dia berpartisipasi dalam proses seleksi di mana ia memilih perempuan lemah untuk dibunuh dengan gas.

Sebagian besar wanita di bawah sayap-nya kekurangan gizi karena Closius-Neudeck tidak memberi makan mereka. Dia juga dikenal menggorok leher perempuan dengan ujung sekop yang tajam. Dia dieksekusi pada 1948 untuk kejahatannya.


7. Magda Goebbels
Pekerjaan: Dia adalah istri Menteri Propaganda, Joseph Goebbels. Dia memegang soirees untuk istri kepala negara asing dan membantu para janda tentara di bagian depan.
Kejahatan: Meskipun ia tidak secara langsung berpartisipasi dalam proses pemusnahan, ia masih menonjol. Dia mendorong dan membantu suaminya di dalam propaganda anti-Yahudinya.

Selanjutnya, ia duduk kembali dan tidak melakukan apa pun sementara para Yahudi sekarat di kamp konsentrasi Buchenwald. Dia memiliki kekuatan untuk mencegah semua itu dan dia tidak melakukannya. Pada akhirnya dia membantu membunuh semua anak-anaknya dan ayah tirinya dan bunuh diri dengan suaminya.

8. Elizabeth Marschall
Pekerjaan: Dia adalah kepala perawat di kamp konsentrasi Ravensbrück .
Kejahatan: Dia mengawasi eksperimen medis banyak tahanan di Ravensbrück.Banyak percobaan dilakukan pada bayi baru lahir yang tidak bertahan melewati 4 minggu.

Dia juga memainkan peran aktif dalam proses seleksi untuk kamar gas. Dia dan Dr Gebhart memilih 800 wanita yang akan diangkut ke Auschwitz dan menuju kematian mereka. Dia digantung pada tanggal 26 Juni 1947 kejahatannya.


9. Vera Salvequart
Pekerjaan: Dia adalah seorang perawat di kamp konsentrasi Ravensbrück
Kejahatan: Dia memainkan peran aktif dalam proses pemusnahan.

Dia meracuni tahanan yang sakit untuk mencegah mereka diangkut ke kamar gas. Dia juga mengawasi eksekusi dengan gas dari 1000 perempuan di kamp konsentrasi. Dia kemudian akan mengisi sertifikat kematian dan memeriksa mayat mereka untuk mencari emas. Pada 26 Juni 1947 ia digantung karena kejahatannya.
Catatan Pribadi: Saya ingat bahwa orang sakit tidak percaya pada awalnya karena mereka berpikir bahwa saya mengambil bagian dalam pembunuhan massal. Saya harus mengatakan bahwa di tempat mereka, saya akan memiliki kesan yang sama. Aku dikurung tanpa gangguan, tidak bisa pergi ke mana pun sendirian, dan semua mereka tahu tentang saya adalah bahwa saya tinggal di sana di mana mereka membunuh begitu banyak orang. Selain itu, para tahanan melihat ketika saya masuk kamar mandi dalam kasus Schikovsky, mereka mendengar wanita menjerit dan oleh karena itu diasumsikan bahwa saya adalah bagian dari pembunuhan itu.

10. Jenny Wanda Barkmann
Nick Name: “The Beautiful Spectre”
Pekerjaan: Dia adalah seorang penjaga kamp konsentrasi selama Perang Dunia II.
Kejahatan: Dia brutal pada tahanan.Selanjutnya, dia langsung berpartisipasi dalam proses seleksi di mana perempuan dan anak-anak dikirim ke kamar gas. Da digantung pada 1946 untuk kejahatannya. Dia mencoba menggunakan pesona dan kecantikannya untuk merayu sipir penjara Inggris.

Recount Pribadi: Dia dianggap kehidupan untuk kesenangan dan kesenangan harus singkat, tepat sebelum dia meninggal.

Ini hanyalah sebuah daftar kecil perempuan yang paling keji dari zaman NAZI dalam tindakan mereka. Ini tidak termasuk Eva Braun atau wanita lain yang tidak memainkan peran fisik dalam proses pemusnahan.
sumber


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


16 Hukuman Sadis Dalam Sejarah Kekaisaran Cina Kuno

Share
http://docs.law.gwu.edu/facweb/dclarke/public/punishments/Punishment%20of%20the%20Cangue%20(6).jpg
http://docs.law.gwu.edu/facweb/dclarke/public/punishments/Punishment%20of%20the%20Bastinado%20(3).jpg
Dalam sejarah hukuman kuno di negara China, ada 16 jenis hukuman yang paling terkenal akan kesadisannya.

1. Dikuliti
Saat menguliti mulai dari tulang belakang, kulit punggung dibelah menjadi dua, perlahan-lahan pisahkan kulit dengan daging, dibuka seperti kupu-kupu yang mengembangkan sayapnya. Selain itu, ada sebuah cara lain untuk menguliti, entah berapa besar tingkat kevalidannya. Yaitu dengan mengubur orangnya di tanah, hanya terlihat kepalanya saja. Buat goresan berbentuk tanda (+) di atas kepala, lalu buka kulitnya, tuangkan mecury ke dalamnya.

Karena berat jenis mercury sangat berat, maka akan dapat memisahkan kulit dan daging, orang yang terbubur di tanah akan merasa sangat kesakitan, namun tidak dapat melepaskan diri. Lalu terakhir akan melompat keluar dari lubang, meninggalkan selembar kulit di tanah... lalu kulit tersebut dijadikan genderang, digantungkan di depan pengadilan untuk memperingatkan orang lain. Pada awalnya, hukuman dikuliti dilakukan setelah mati, kemudian berkembang menjadi dikuliti hidup-hidup.

2. Penggal pinggang
karena penggal pinggang adalah memisahkan tubuh seseorang dari bagian tengah, sedangkan organ-organ penting berada pada tubuh bagian atas, maka yang dihukum tidak akan segera mati, melainkan masih sadar dan memerlukan beberapa saat lagi hingga akhirnya mati. Saat Kaisar Chengzu dari dinasti Ming menghukum mati Fang Xiaoru, yang digunakan adalah penggal pinggang ini. Konon setelah dipenggal, Fang Xiaoru masih bisa merangkak dan menulis huruf "cuan" (= merebut ; biasanya untuk merebut tahta) di tanah. Setelah menulis 12 setengah huruf, baru akhirnya mati.

3. Pisahkan dengan kereta
Nama lainnya adalah "membelah mayat dengan 5 kuda". Sangat sederhana, yaitu dengan mengikat kepala, kedua tangan & kedua kaki dengan tali, lalu ditarik oleh 5 ekor kuda ke 5 arah yang berbeda, sehingga tubuhnya terbelah menjadi 6 bagian. Konon Shang Yang dihukum mati dengan cara ini. Diperlukan tenaga besar jika ingin memisahkan tubuh orang menjadi 6 bagian, apalagi jika dengan ditarik. maka dapat dibayangkan penderitaan si penerima hukuman. Pada saat benar-benar sudah terpisah, mungkin ia sudah tidak merasakan penderitaan lagi. Kesakitannya adalah pada saat ditarik.

4. Lima hukuman
Gabungan dari penggal kepala, potong kaki, potong tangan, potong telinga dan hidung, "belah menjadi 8 bagian". Biasanya setelah orangnya mati, baru dipotong kepala, tangan & kakinya, lalu tubuhnya dibelah jadi 3. Setelah Kaisar Gaozu dari Dinasti Han mangkat, Permaisuri Lv menangkap selir kesayangannya, Nyonya Qi (ibu dari Liu Ruyi), memotong tangan dan kakinya, juga memotong hidung, telinga & lidahnya, mencungkil matanya, lalu dibuang ke kandang babi, diberi nama "ren zhi" (babi manusia). sampai-sampaia anak Permaisuri Lv juga sangat kaget melihatnya.

5. Hukuman mati pelan-pelan
Pada awalnya adalah setelah mati baru mayatnya dicincang jadi bubur daging, disebut "hai". yang pernah menerima hukuman ini adalah Zi Lu, dan putra sulung Zhou Wen Wang: Bo Yi Kao. Kemudian dalam perkambangannya, menjadi lebih mendetil, yaitu hukuman dilakukan apda saat orangnya amsih hidup, tujuannya adalah agar yang dihukum menderita, maka ada ketentuan harus dibacok sampai berapa kali dulu sebelum mati.

Konon kemudian hukuman ini dilaksanakan oleh 2 algojo, mulai bacok dari kaki, terus hingga 1000 bacokan, yaitu dengan dipotong dagingnya selembar-selembar sampai mati. Katanya jika belum sampai 1000 bacokan sudah mati, maka algojonya juga akan kena hukum. Yang paling mengenaskan adalah jenderal penentang Qing pada jaman Ming akhir, Yuan Chonghuan. Karena kaisar Chongzhen terkena siasat adu domba musuh & mengira ia berkhianat, maka dijatuhi hukuman "lingchi".

Sebelum hukuman dijalankan, tubuhnya dililit dengan jala ikan agar daging-dagingnya menonjol keluar, lebih mudah untuk dipotong-potong. lalu dibawa keliling kota, ditonton oleh rakyat, dagingnya pun dimakan oleh rakyat. Penderitaan secara batin mungkin bisa melebihi penderitaan secara fisik. Ini adalah salah satu hukuman resmi di jaman Ming - Qing.

6. Jerat / gantung
Hukuman jerat di Zhongguo biasa menggunakan senar busur. Yaitu dengan meletakkan senar busur pada leher yang akan dihukum, senar menghadap ke depan, algojo berdiri di belakang sambil memutarkan busurnya semakin lama semakin kencang. Yang dihukum akan mati pelan-pelan. Ayah-anak Yue Fei mati di Paviliun Fengbo dengan cara seperti ini. (karena ia adalah pejabat berjasa, tidak boleh dipenggal, harus meninggalkan jasad yang utuh). Sedangkan Raja Gui dari Dinasti Ming akhir juga dibunuh dengan cara jerat/gantung ini oleh Wu Sangui.

7. Dimasak / direbus
Pada jaman Dinasti Tang, jaman pemerintahan Wu Zetian, ada seorang pejabat bernama Lai Junchen yang suka menggunakan cara-cara hukuman yang kejam. Terhadap tawanan yang tidak mau mengaku, ia sering menginterogasi dengan memaksa menggunkan hukuman sadis. Yaitu dengan menggunakan sebuah kuali dan menyuruh tawanan masuk ke dalamnya, lalu di bawah kuali dibakar api (seperti memasak). Kalau tawanan tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka akan mati kepanasan.

Kemudian Wu Zetian mendengar hal ini dan memanggil Lai Junchen. Ia bertanya pada Lai Junchen, apa yang dilakukan bila ada tawanan yang tidak mau mengaku. Lai Juunchen menceritakan cara ini dengan bangga. Wu Zetian pun berkata dengan tenang, “Persilakan dia masuk ke kuali.” … dan Lai Junchen pun mati dibakar.

8. Kebiri habis
Sima Qian pernah menerima hukuman ini sebelum menuliskan kitab sejarah (Shi Ji). Cara kebiri di Zhongguo sangat mendetil. Pertama-tama, ikat adik kecil (termasuk kantung keturunan) agar darah tidak dapat mengalir, sampai rusak secara alami, baru kemudian dipotong dengan pisau (seluruhnya, bukan hanya adik kecilnya saja). Setelah dipotong, bubuhi dengan abu wangi untuk menghentikan darah, tancapkan bulu angsa pada lubang jalur kencing. Tunggu beberapa hari, cabut bulu angsa. Kalau bisa kencing, berarti proes kebiri telah berhasil.

Kalau tak bisa kencing, anggap saja gagal, jadi orang cacat, biasanya akan mati keracunan kencing yang tak bisa keluar. Jadi kalau mau mengebiri orang untuk dijadikan kasim, sebaiknya kebiri waktu masih kecil. Semakin tua, resikonya akan semakin besar. Hukuman ini sering digunakan oleh kaum bangsawan untuk menggantikan hukuman mati. Sebaliknya, untuk wanita, adalah dengan ditutup.

9. Lumpuhkan kaki
Untuk potong kaki ini, ada beberapa macam penjelasan yang berbeda. Ada yang bilang dengan memotong kaki dari lutut ke bawah. Ada juga yang bilang dengan mengambil tulang lutut. Yang kedua tampaknya lebih dapat dipercaya. Pokoknya, ini adalah sejenis hukuman kejam dengan membuat orang jadi lumpuh. Pada jaman Zhan Guo, Sun Bin (孙宾) pernah menerima hukuman ini.

Setelah menerima hukuman, baru namanya dibah menjadi Sun Bin (孙膑 --- 膑 : hukuman lumpuhkan kaki dengan diambil tulang lututnya). Jika tulang lutut diambul, maka antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah akan kehilangan hubungan, berdiri pun tidak bisa. Maka dalam sejarah tidak resmi, Sun Bin bahkan tak bisa emnunggang kuda saat berperang, harus naik kereta (baik kereta kuda ataupun kereta yang didorong manusia).

10. Tusuk dengan jarum
Yaitu dengan menusukkan jarum pada celah kuku. Biasa digunakan untuk tawanan wanita.

11. Kubur hidup-hidup
Sering digunakan pada jaman Zhan Guo. Karena hemat tenaga, juga cepat. Hukuman kubur pada jaman perang, biasanya tawanan perang disuruh menggali lubang sendiri, kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam lubang itu. Kalau waktunya tidak cukup, langsung saja dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur hidup-hidup. Hukuman kubur hidup-hidup ini sudah ada sejak jaman kuno. Tapi belum pernah tercatat ada tokoh terkenal yang mati dihukum dengan cara ini. Yang lebih kejam yaitu dengan dikubur dalam posisi berdiri, dengan kepala di atas permukaan tanah, kemudian disiksa dulu.

12. Racun Zhen
Racun zhen sepertinya merupakan cara yang cukup berperikemanusiaan di antara hukuman-hukuman kejam ini. Di antara racun-racun jaman Zhongguo kuno, yang paling terkenal adalah racun zhen. Dari sinilah asal muasal dari peribahasa “minum zhen untuk menghilangkan haus”. Biasa digunakan untuk hukuman “diberi kematian” (maksudnya disuruh bunuh diri sendiri).

13. Hukuman tongkat
Yang dimaksud dengan tongkat, bukan berarti dipukul dengan tongkat. Melainkan tongkat dimasukkan dari mulut sampai ke dalam tubuh sampai seluruh tongkatnya masuk, lambung dan organ tubuhnya pecah, yang dihukum akan mati dengan tragis. Dalam sejarah resmi, tidak ada catatan tentang hukuman ini. Cara hukuman ini muncul pada novel Xia Ke Xing karya Jin Yong. Bahkan ada julukan indahnya yaitu “membuka mulut dan tertawa”.

14. Potong dengan gergaji
Yaitu dengan menggergaji orang sampai mati. Ketragisannya sebanding dengan lingchi & kuliti. Maka di antara hukuman-hukuman kejam di neraka, ada tertulis tentang hukuman gergaji sampai mati ini. Sebenarnya, hukuman gergaji ini tidak hanya ada dalam dongeng, melainkan juga ada di dunia nyata. Dalam tercatat, bawahan dari selir kesayangan Raja Wu (Sun Hao), merampas harta rakyat di pasar.

Pengurus pasar, pejabat Chen Sheng adalah pejabat kesayangan Sun Hao. Ia menangkap sang perampas dan dihukum. Sang selir melapor pada Sun Hao, Sun Hao marah, lalu mencari-cari alasan dan menangkap Chen Sheng atas dalih kesalahan yang lain. Lalu memerintahkan algojo mambakar gergaji sampai memerah, dan emnggergaji kepala Chen Sheng. Mayatnya dibuang ke bawah Si Wang Tai.

15. Patahkan tulang belakang
Saat seseorang punya dendam yang mendalam pada musuhnya, maka ia akan terpikirkan cara mematahkan tulang belakang ini. cara ini memang merupakan salah satu cara untuk melampiaskan amarah, karena begitu tulang belakang patah, orangnya pasti akan mati. Dalam sejarah Zhongguo, patahkan tulang belakang ini juga merupakan salah satu bentuk hukuman yang penting. menurut, pada jaman Chunqiu, Ji Chong'er bermaksud menentukan hukum tertulis secara jelas agar masyarakat patuh pada hukum, kemudian ia berunding dengan para penasehat.

Seorang pejabat Ji Chong'er yang bernama Dian Jie datang sangat terlambat. Ada yang menganggap Dian Jie bersalah 7 harus dihukum. Ji Chong'er setuju, dan Dian Jie dihukum dengan dipatahkan tulang belakangnya. Semua pnasehat (pejabat) negara Jin dangat takut, mereka berkata: "Dian Jie yang sudah ikut Ji Chong'er mengembara ke negara-negara selama 19 tahun, memiliki jasa yang sangat besar, karena kesalahan kecil saja dihukum dengan begitu berat. Bagaimana dengan kami?' Sejak saat itu, semua orang jadi sangat taat pada hukum.

16. Sisir & bersihkan
Yang dimaksud dengan sisir & bersihkan, bukanlah anak gadis yang sedang bersolek, melainkan nama sebuah hukuman sadis. yang dimaksud adalah menguliti kulit orang dengan sikat besi hingga hanya tinggal tulang & daging saja, sampai akhirnya mati. Pencetus pertama hukuman ini adalah Zhu Yuanzhang. Berdasarkan catatan karangan Shen Wen, pada saat menjalankan hukuman ini, algojo melepas seluuh pakaian penerima hukuman, lalu dibaringkan di atas ranjang besi, tubuhnya disiram dengan air mendidih beberapa kali, lalu dikuliti dengan menggunakan sikat besi.

Sama halnya seperti rakyat menyiram babi dengan air panas untuk dicabuti bulunya. Terus hingga kulit dan daging terkelupas habis & tulangnya terlihat. Penerima hukuman biasanya belum sampai selesai sudah mati duluan. Sisir & bersihkan ini memiliki persamaan prinsip dengan hukuman mati pelan-pelan (no 5). Menurut ada tercatat, Wu Sansi pernah mengutus Zhou Lizhen untuk menangkap Heng Yanfan, kemudian diseret-seret di atas rakit bambu sampai dagingnya terkoyak & terlihat tulangnya, kemudian memukulinya dengan tongkat sampai mati.

source: http://reasonizer.blogspot.com/2010/12/16-jenis-hukuman-jaman-china-kuno-yang.html


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Artikel Seks

Resep Masakan

Sponsor

 

Merapi Media - Sumber Informasi, Inspirasi dan Imajinasi. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com