Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Tradisi. Show all posts

Tradisi Tahun Baru di Berbagai Belahan Dunia

Share
Brazil
Masyarakat Brazil mengenal sosok, Lemanja, dewa laut dalam legenda negara ini. Setiap malam tahun baru, masyarakat Brazil menyelenggarakan ritual untuk menghormati Lemanja. Nah, di tengah malam pergantian tahun, dengan mengenakan baju putih bersih, masyarakat Brazil bakal berbondong-bondong menuju pantai. Mereka menabur bunga di laut, ngubur mangga, pepaya & semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa.

Jerman
Menurut kepercayaan orang Jerman, kalo mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka nggak akan mengalami kekurangan pangan selama setahun penuh. Di Berlin, makanan klasik yang biasa disajiin di hari istimewa ini ialah ikan mas. Yang unik, duri ikan mas tersebut akan dibagiin ke para tamu untuk dibawa pulang sebagai good luck charm

Yunani
Menurut orang Yunani buah delima melambangkan kesuburan dan kesuksesan. Jadi, tiap tanggal 1 Januari, mereka menebarkan biji buah delima ke arah pintu rumah, toko & perkantoran, sebagai simbol doa agar hidup makmur sepanjang tahun baru.

Italia
Di Naples, salah satu kota di Italia ada suatu kebiasaan untuk melemparkan barang-barang yang sudah usang atau nggak kepakai lagi ke luar jendela tepat pada pukul 24:00 di tanggal 1 Januari. Jadi, kalo agan berjalan-jalan di Naples besok paginya, jangan heran menemukan banyak peralatan dapur, lemari es & barang-barang rongsokan tersebar di jalanan. Wah, pemulung panen nih

Spanyol
Tepat tengah malam di tanggal 31 Desember, orang-orang Spanyol biasanya makan anggur dan berdoa. Jumlah anggur yang dimakan cuma 12 biji, dengan maksud untuk 12 harapan pada setiap 12 bulan di tahun yang baru.

Jepang
Tiap tahun baru, orang Jepang akan menikmati makanan yang terdiri dari tiga jenis makanan awetan yaitu telur ikan, sebagai simbol kemakmuran; ikan sardin asap biasa disebut tatsukuri, yang berarti tanah yang subur; dan manisan tumbuhan laut yang merupakan simbol perayaan.

Korea
Orang Korea mempunyai sapaan akrab di setiap tahun baru "Sudahkah Anda makan Thuck-Gook?". Nah, kalo menurut kepercayaan orang Korea, kalo pada saat malam pergantian tahun menyantap kaldu daging sapi dengan potongan telur dadar dan kerupuk nasi atau thuck gook, maka mereka nggak akan bertambah tua tahun itu. Heh?! Buat yang pingin awet muda, bisa makan ini nih,,

Indonesia
Petasan / kembang api
Biar dikasih larangan sebagaimanapun, tetep aja tiap ada perayaan/hajatan, petasan / kembang api pasti ada. Emang sih bahaya gan, tapi pasti agan setuju deh kalo pesta nggak ada petasan/kembang api, berasa nggak meriah apalagi petasan/kembang api sekarang keren-keren.

Terompet
kayanya nggak afdol kalo ngerayain tahun baru tanpa terompet. Biasanya menjelang tengah malam, di sepanjang jalan, terompet rame dibunyiin dimana-mana. Bukan Cuma anak kecil yang bunyiin, yang dewasa juga mainin.. ngaku deh, pasti pernah juga suka main terompet
sekarang bentuk terompet macam-macam, unik & lucu..harganya apalagi....yah, gak ada salahnya sih, itung-itung kasih rezeki ke pedagang terompet setahun sekali
Tukar kado
Tidak tahu sejak kapan tradisi tukar kado tiap tahun baru ini dimulai. Yang pasti. Biar seru, biasanya nominal harga kado ditentuin & ditentuin syarat-syaratnya. banyak yang bisa jadi bahan pertimbangan, seperti mulai dari pocer makan siang di kantin kantor ampe celengan ayam yg isinya duit receh

Bbq-an
Ini pilihan yang paling okeh, daripada ngerayain pergantian tahun di hotel yang pasti tarif rate-nya setinggi langit atau macet-macetan di jalan, mending di rumah aja bareng keluarga & teman-teman, makan-makan & kumpul-kumpul.


source: http://bayusp.blogspot.com/2010/12/tradisi-tahun-baru-dari-berbagai-negara.html


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Tradisi Kuno Dengan Menerbangkan Pemangsa Udara

Share

Eagles soar when an ancient tradition comes to life


Shamil Zhumatov / Reuters
A hunter releases his tamed golden eagle during an annual hunting competition outside Almaty, Kazakhstan Dec. 9, 2011.

Shamil Zhumatov / Reuters
A hunter with his tame golden eagle sits on a stage during an annual hunting competition outside Almaty, Kazakhstan on Dec. 9, 2011.
I would love to see these eagles in person. What beautiful creatures.
These hunters are continuing their country's ancient tradition that originated in using eagles to hunt for food. According to the BBC, the Kazakhstan government has been encouraging these eagle hunting competitions actually as a way to help the falcon population, which was facing extinction. The audience the golden eagles attract helps fund a falcon conservation center.

Shamil Zhumatov / Reuters
A tame golden eagle is seen during an annual hunting competition outside Almaty, Kazakhstan on Dec. 9.
A hunter releases his tame golden eagle during an annual hunting competition outside Almaty, Kazakhstan Dec. 9.



sumber : http://photoblog.msnbc.msn.com/_news/2011/12/09/9328397-eagles-soar-when-an-ancient-tradition-comes-to-life?chromedomain=animaltracks



Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Tedhak Siten, Tradisi Mengenalkan Jati Diri

Share
Tedhak Siten

Tradisi Mengenalkan Jati Diri




Dalam adat tradisi Jawa ada upacara yang disebut Tedhak Siten atau upacara dimana seorang anak untuk pertama kali kakinya menginjak tanah.Tedhak Siten sering juga disebut upacara turun bumi, upacara tersebut dilaksanakan ketika anak berusia 245(dua ratus empat puluh lima) hari atau tujuhlapan (7-8) bulan.

Tradisi tedhak siten merupakan rangkaian upacara kelahiran adat Jawa. Upacara tedhak siten menggambarkan perjalanan hidup seseorang, berawal dari masih di dalam lindungan orang tua sepenuhnya (dikurung di kandang ayam), kemudian ketika dia sudah mulai bisa memobilitas dirinya sendiri (berjalan di atas jadah), dia akan mulai berjalan meniti tangga kehidupan (naik tangga) dan memilih jalan hidupnya sendiri (mengambil barang untuk dipilih).



Umumnya pelaksanaan upacara tedhak siten dilaksanakan dihalaman rumah. Adapun alat-alat yang dibutuhkan seperti; Sesaji selamatan yang terdiri dari: nasi tumpeng dengan sayur mayur, jenang (bubur) merah dan putih, jenang boro-boro, dan jajan pasar lengkap. Juwadah (uli) tujuh macam warna yaitu merah, putih, hitam, kuning, biru, jambon (jingga), ungu. Serta sekar (bunga) setaman yang ditempatkan dalam bokor besar dan tanah.

Alat lainya adalah tangga yang dibuat dari batang tebu merah hati. Sangkar ayam (kurungan ayam) yang dihiasi janur kuning atau kertas hias warna-warni. Padi, kapas, sekar telon (tiga macam bunga misalnya melati, mawar dan kenanga). Beras kuning, berbagai lembaran uang. Bermacam-macam barang berharga (seperti gelang, kalung, peniti dan lain-lain. Serta, barang yang bermanfaat (misalnya buku, alat-alat tulis dan sebagainya) yang dimasukkan ke dalam Sangkar.


Prosesi dan Makna Upacara

1. Untuk prosesi upacara pertama kali anak dibimbing oleh kedua orang tuanya berjalan (dititah) dengan kaki menginjak-injak juwadah atau jenang yang berjumlah tujuh warna. Jenang atau jadah yang terbuat dari ketan dan terdiri 7 warna melambangkan unsur-unsur kehidupan di dunia ini yang kelak akan dilalui oleh anak.






Merah perlambang berani, Putih itu Suci, Hijau itu Alam semesta, Biru itu Langit, Kuning itu cahaya, Jingga itu Matahari dan Coklat itu melambangkan bumi. Juwadah 7 warna juga melambangkan agar anak kelak bisa menanggulangan berbagai kesulitan. Selesai itu, anak menginjak tanah sebagai perlambang pertama kalinya iya turun ke tanah.

2. Tahap Kedua, anak tersebut dinaikkan ke tangga yang terbuat dari tebu wulung atau tebu itam.



Artinya agar ia mendapat kehidupan sukses dan dinamis setahap demi setahap. Maknanya adalah agar sang anak mantap menjalani kehidupannya kelak yang diharapkan kian lama kian tinggi , baik usia, karier, jabatan, rohani dan pendidikannya. Dari tangga teratas kemudian anak dibopong tinggi-tinggi oleh ayahnya dengan harapan ia akan sampai ke puncak yang tertinggi. Tangga “tebu” arti dalam bahasa Jawa anteping kalbu ketetapan hati dalam mengejar cita-cita agar lekas tercapai.

3. Tahap ketiga, anak diajak masuk ke dalam kurungan (kurungan di sini bermaksud untuk menjaga konsentrasi si anak) dan memilih benda yg telah disiapkan sebelumnya, dan benda yang dipilih tersebut menggambarkan apa yang akan dipilih oleh si anak di masa depannya, sebagai contoh jika si anak memilih mainan berbentuk alat kedokteran, maka di masa depan si anak akan menjadi dokter.




Benda yang pertama kali diambil sang bayi akan melambangkan kehidupannya kelak. Seperti kalau si anak mengambil maina pesawat kelat si anak akan menjadi pilot. Kurungan ayam dimaksudkan agar anak dapat masuk ke dalam masyarakat luas dengan baik dan mematuhi segala peraturan dan adat istiadat setempat.

4. Setelah selesai, beras kuning, biji-bijan dan bermacam-macam uang logam ditaburkan atau yang disebut ‘nyebar udhik-udhik’. Para undangan saling berebut uang merupakan tambahan acara yang meyemarakkan suasana. Makna lain dari prosesi ini adalah mencontohkan anak atau cucu agar kelak sang anak menjadi anak yang dermawan.

5. Setelah selesai memilih benda/barang, dilanjutkan dengan tahap ke lima, yaitu si anak dimandikan dengan banyu gege yang melambangkan harapan agar si anak dapat selalu segar dan tegar dalam menjadi hidupnya di masa depan, dalam istilah jawa dikenal dengan gelis gedhe lan ilang sarap sawane.


Selain itu air yang dibuat mandi merupakan air yang telah diembunkan kemudian pagi harinya di jemur matahari, atau istilahnya ‘banyu gege. Setelah mandi, anak dikenakan pakaian baru yang bagus agar sedap dan menyenangkan orang tua dan para undangan. Setelah berpakaian anak didudukkan pada tikar, karpet atau lampit dan didekatkan pada barang-barang yang tadi diletakkan didalam kurungan.
Demikian sekilas tentang upacara Tedhak Siten atau upacara turun tanah sebagai salah satu kekayaan budaya, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=472081050#post472081050
 


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Artikel Seks

Resep Masakan

Sponsor

 

Merapi Media - Sumber Informasi, Inspirasi dan Imajinasi. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com