Showing posts with label kecil. Show all posts
Showing posts with label kecil. Show all posts

Alasan Kenapa Ban Pesawat Kecil

Share
Ban pesawat terbang dirancang secara khusus untuk mampu menahan beban yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan ketika pesawat bergerak di landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Sebenarnya, ukuran ban pesawat terbang hampir sama dengan ukuran ban mobil. Memang ukuran ini tampak kecil bila dibandingkan dengan ukuran pesawat. Mengapa dipilih ban kecil, sebab ban dengan ukuran yang terlalu besar menyulitkan ban tersebut menahan torsi berat pesawat.
http://img.photobucket.com/albums/v482/asw2989/Cabe08/P1040284.jpg

Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnya ada gas/udara dengan tekanan yang cukup besar, sekitar enam kali lebih besar dari tekanan ban mobil penumpang. Tekanan sebesar ini dibutuhkan untuk menahan berat pesawat yang besar. Kelenturan atau deflection (perbedaan tinggi ban sebelum dan sesudah dipasang) ban pesawat sekitar 2 - 3 kali lebih besar dari ban mobil.
http://foto.detik.com/images/content/2007/05/09/157/hawk3.jpg

Kelenturan yang tinggi ini membuat penumpang pesawat lebih nyaman ketika pesawat mendarat. Ban pesawat juga diharapkan mampu bertahan ketika pesawat bergerak dengan kecepatan sekitar 340 km/jam atau sekitar dua kali kecepatan maksimum mobil. Jadi, kecil-kecil cabe rawit lo!

sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/03/alasan-kenapa-ban-pesawat-kecil.html


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Trik Mengajak si Kecil Berolahraga

Share
Trik Mengajak si Kecil Berolahraga

Jakarta,Anak kecil jaman sekarang lebih suka menonton televisi atau main komputer ketimbang bergerak dan olahraga. Tapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengajak si kecil beraktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik ditambah dengan buruknya pola makan memicu terjadinya obesitas sejak masa anak-anak. Jika tidak segera dicegah maka obesitas ini dapat menjadi faktor risiko dari berbagai macam penyakit.

Jika anak-anak terjebak dalam kebiasaan kurang aktivitas, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengajak si kecil beraktivitas fisik, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (2/12/2011) yaitu:

1. Mengontrol waktu untuk menonton televisi

Pastikan orangtua memberi batasan waktu anak menonton televisi sehari-hari, yaitu sekitar 1-2 jam sehari sudah cukup untuk hiburan. Sebaiknya hindari meletakkan televisi di kamar tidur, tapi cukup di ruang keluarga atau ruang bersama saja.
post by wiraspy:

Peletakan televisi di kamar anak, sangat tidak baik menurut ane. Karena kita sebagai orangtua tidak bisa mengontrol dan mengawasi apa yang dia tonton. Dan biasanya, si anak jadi males belajar karena pengennya nonton acara televisi tersebut. Selain males belajar, juga males untuk keluar kamar, karena pasti dia merasa nyaman di kamar seharian.

2. Berikan video permainan yang mengharuskan anak bergerak

Jangan berikan video permainan yang hanya menyuruh anak-anak duduk di depan televisi atau komputer saja, tapi berikan permainan yang menuntut mereka untuk bergerak saat bermain seperti Wii.
post by wiraspy:

Bila di rumah ada Play Station atau Wii atau Game PC, sebisa mungkin pilihlah game yang memungkinkan anak bergerak. Seperti Game dance



Untuk anak yang masih Balita, diusahakan ajak dan temenin dia saat bermain

3. Berjalan kaki ke sekolah

Jika sekolah dekat dari rumah, maka tidak perlu diantar dengan mobil atau motor sehingga memberi kesempatan pada anak untuk bergerak.
post by wiraspy:
Naaah..., kalo ini pengalaman ane pribadi
dulu waktu masih SD, ke sekolah jalan kaki rame-rame ama temen2
Jarak sekitar 1 KM PP
Capeeek sih..., tapi menyehatkan dan menyenangkan

4. Berikan contoh sebagai orangtua yang senang berolahraga

Anak-anak selalu melihat orangtua sebagai role model, jika orangtua lebih sering duduk di sofa dan jarang bergerak maka anak akan mengikuti. Tapi jika anak melihat orangtua senang dan menikmati kegiatan fisik maka anak akan melakukan hal yang sama.
post by wiraspy:
Diawali dari kita sebagai orang tua
Ane biasanya melakukan gerakan olah raga kecil dirumah, seperti peregangan otot tangan dan kaki. Kalo di luar rumah, waktu jalan2 ama si kecil, biasanya ane ajak lari....
5. Memasukkan olahraga sebagai agenda keluarga

Melakukan olahraga atau aktivitas fisik bersama-sama akan membuat anak semakin termotivasi untuk mengikuti, mulailah dengan mengagendakan seminggu sekali berolahraga bersama.
post by wiraspy:

setiap weekend bisa dijadikan pilihan yang tepat. Kebetulan ane 5 hari kerja , jadi bisa Sabtu atau minggu kita ke pantai, selain olahraga lari2 di sana, sekalian refreshing . Kadang juga maen ke Alun-alun (Jogjakarta) buat lari2 pagi disana, terus sekalian cari sarapan bubur ayam. Maknyuooozzz......

6. Melakukan beberapa tugas rumah tangga bersama-sama
Beberapa tugas rumah tangga adalah cara yang bagus membuat tubuh berkeringat, seperti membersihkan kamar, mencuci mobil bersama atau bersih-bersih rumah.
post by wiraspy:

Luangkan waktu setiap hari untuk membersihkan rumah. Yang ane lakuin biasanya menyapu dan mengepel lantai . Ajak si kecil untuk menyapu. Awal-awalnya sih dia malah bikin kacau.... kotoran-kotoran malah diobrak-abrik pake sapu ....
Kadang kala ane suruh bantu beres2 kamar, dianya angkatin bantal guling, narikin sprei. Atau beresin maenan dia.
*namanya juga anak kecil *

7. Memberi kado ulangtahun yang berhubungan dengan olahraga

Banyak orangtua yang memberikan kado berupa mainan atau video permainan, tapi cobalah memberi kado berbeda seperti sepatu olahraga, sepatu sepakbola atau bola basket.
post by wiraspy:

Anak ane paling demen tuh ama bola (sepak bola). Lari kesana-kemari nendangin bola . Ane biarin aja, sambil diawasin.
8. Mencari kegiatan yang disukai anak

Anak-anak akan melakukan sesuatu sesuatu yang ia sukai atau senangi dengan lebih bersemangat, pilihlah kegiatan yang disenangi si kecil seperti berenang atau kegiatan fisik lainnya.


post by wiraspy:

Jalan-jalan di pagi atau sore hari bisa dijadikan media untuk olahraga. Anak ane demen banget. Karena selain bisa ketemu temen-temen sebayanya (anak-anak tetangga), juga bisa bersosialisasi dengan mereka


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11763799



Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Berteman Sejak Kecil Membuat Anak PD

Share
Berteman Sejak Kecil
Membuat Anak PD

Melatih anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya sedari dini akan membantu mereka saat sekolah nanti. Anak akan lebih siap untuk mulai sekolah. Yang paling penting, anak-anak itu nantinya akan tumbuh menjadi anak yang lebih bahagia dan percaya diri.
Kesiapan sekolah bukan dinilai dari kemampuan anak semata, baik dalam membaca, menulis, maupun berhitung. Kemampuan bersosialisasi juga menjadi bagian penting dalam kesiapan anak bersekolah.

Alangkah baiknya jika anak sudah mulai diajak bermain dengan teman sebayanya. Dalam situs National Health Service bahkan dijelaskan bahwa tidak ada kata terlalu dini bagi anak untuk mulai berteman. Apalagi bila mereka adalah anak tunggal.


Saat bayi baru belajar merangkak sekalipun, orangtua bisa mulai bergabung dengan orangtua lain yang memiliki bayi seusia. Anda bisa berkenalan dengan orangtua lain saat berada di dokter anak. Anda juga bisa mencari teman kerja atau kuliah yang sudah mempunyai anak dengan usia tak jauh berbeda.

Membuat pertemuan atau kunjungan rutin dengan para orangtua ini memiliki banyak manfaat. Selain bayi atau anak dapat bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya, Anda sebagai orangtua dapat bertukar informasi seputar pengasuhan bayi.
Ada kalanya orangtua memasukkan anaknya yang belum berusia satu tahun di taman bermain. Ini semata agar anaknya dapat bersosialisasi dengan anak-anak seusianya meskipun, misalnya, belum bisa bicara.

Meski belum dapat berbicara, anak-anak tetap bisa berteman. Anak-anak tetap makhluk sosial dan menikmati saat mereka berada di dekat anak-anak lain.

Belum bisa berbagi

Hanya, kepada anak yang berusia 1,5 atau 2 tahun, jangan berharap mereka bisa langsung bermain dan dekat dengan anak lain. Hingga usia 2 tahun, anak belum benar-benar bermain dengan anak sebayanya.
Penyebabnya tak lain, mereka belum siap untuk melakukan pertemanan yang umumnya melibatkan kerja sama, mendengar, merespons, bergantian, dan berbagi. Yang baru bisa mereka nikmati adalah bermain dengan teman-teman yang ada di sekelilingnya.

Anak akan saling memerhatikan dan meniru apa yang dilakukan dan dikatakan. Di sini, anak akan mengasah kemampuan sosialnya satu sama lain.
Bisa saja anak belajar mengatakan "tolong" saat melihat temannya melakukan hal serupa dan mendapat respons yang menyenangkan. Selain itu, dari teman-teman yang ada di sekitarnya ini, anak juga dapat membangun kreativitas.

Memang, bermain pada usia 2 tahun bisa menimbulkan masalah lain. Boneka atau mobil-mobilan yang sedang dipegang seorang anak bisa membuat anak lain juga ingin mencoba memainkannya. Masalahnya, biasanya anak belum mau berbagi mainan dengan anak lain.


Jangan khawatir, konflik tersebut nantinya akan membuat anak belajar berbagi dan bekerja sama. Ketika anak menjelang usia tiga tahun, barulah mereka bisa bermain dan berbagi dengan satu atau dua teman spesialnya selama beberapa waktu tanpa pertengkaran.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11692744



Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Foto Masa Kecil Para Pemimpin Dunia

Share
Tony Blair


George W. Bush


Fidel Castro


Che Guevara


Jacques Chirac


Winston Churchill


Ghandi


Adolph Hitler


John F. Kennedy


Khomeini


Kim Jong II


King Fahd


Nelson Mandela


Chairman Mao


Vladimir Putin


Ronald Reagan


Saddam Hussein


Joseph Stalin


Yassir Arafat


sumber: http://www.strov.co.cc/2010/11/foto-masa-kecil-para-pemimpin-dunia.html



Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Inilah Foto-foto Masa Kecil Pemain Bola Dunia

Share
Petr Cech


Cesc Fabregas


Deco


Paul Scholes


Ryan Giggs



Steven Gerrard


Frank Lampard


Michal Ballack


Fernando Torres


Wayne Rooney


Zinedine Zidane


Ronaldinho


Michael Owen


Ronaldo



Thiery Henry


Lionel Messi


Christiano Ronaldo


David Beckham


Jose Mourinho




sumber: http://hermawayne.blogspot.com


Sudah puaskah pasangan anda? Dapatkan infonya disini ...


Artikel Seks

Resep Masakan

Sponsor

 

Merapi Media - Sumber Informasi, Inspirasi dan Imajinasi. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com